Asuransi

Sebelum Beli Asuransi Jiwa Investasi Unit Link, Pahami 5 Hal Penting Ini Dulu

written by wisanggeni | June 12, 2019

Asuransi dengan investasi atau unit-link paling gencar ditawarkan ke masyarakat. Ada yang puas, tapi tidak sedikit yang kecewa dengan unit-link. Untuk menghindari kesalahan membeli produk, calon nasabah sebaiknya mengecek 5 hal sebelum menerima penawaran dari agen penjual asuransi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaruh perhatian khusus kepada unit link. Beberapa waktu lalu, OJK memasang iklan setengah halaman di koran terbesar di Indonesia khusus menyoroti prinsip kehati-hatian dalam membeli produk asuransi dengan investasi.

Di blog ini pun, kami sering menerima pertanyaan soal bagaimana sebenarnya mekanisme serta cara kerja Unit Link. Karena, banyak yang kaget, setelah beberapa tahun berjalan, apa yang dijanjikan agent saat menjual tidak sama dengan kenyataannya.

Tidak ada yang salah dengan unit link. Itu adalah inovasi produk yang pasti dibuat karena kebutuhan nasabah.

Yang jadi masalah, jika janji sales agent asuransi tidak sesuai dengan spesifikasi produk. Bilangnya, “produk ini tidak ada resikonya”, padahal produk tersebut sangat beresiko” dan seterusnya. Jika terjadi, ujungnya nasabah kecewa, yang berimbas pada kredibilitas serta kepercayaan masyarakat atas asuransi.

Di lain pihak, asuransi adalah komponen pokok yang wajib dalam perencanaan keuangan keluarga. Tidak memiliki asuransi jelas membahayakan masa depan keluarga.

Karena itu, yang perlu kita sama-sama pikirkan adalah apa yang perlu dilakukan calon nasabah untuk bisa memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan ?

Kami menilai 5 hal yang wajib diketahui calon pembeli dan dipastikan ke sales agent ketika mengambil asuransi unit link.

#1 Return Unit Link Tidak Pasti

Di dalam setiap polis atau proposal penjualan unit link, kondisi ini pasti ada, bahwa return keuntungan investasi tidak pasti. Karena return tergantung pada performa instrumen investasi yang dipilih.

Bisa untung dan bisa rugi. Bisa habis dan bisa untung besar.

Tidak ada kepastian return.

Saat salas agen memaparkan skenario pengembalian investasi, hal ini perlu dipastikan oleh calon nasabah. Memastikan bahwa agent menjelaskan sesuai dengan ketentuan dalam polis dan proposal.

Yang paling penting adalah tidak ada janji bahwa keuntungan investasi unit link itu pasti. Tidak ada jaminan terhadap return unit link.

#2 Resiko Unit Link Berbeda dengan Tabungan

Karena ketidakpastian keuntungan investasi di Unit Link, maka profil asuransi sangat berbeda dengan tabungan. Profil resiko unit link berbeda 180 derajat dengan menabung di tabungan.

Ini kondisi yang kerapkali disalahpahami oleh calon nasabah, terutama yang membeli asuransi lewat perbankan. Dianggap karena asuransi dijual melalui perbankan, maka resikonya sama dengan tabungan.

Tabungan dijamin oleh pemerintah (melalui Lembaga Penjamin Simpanan) bahwa jumlah yang ditabung nasabah tidak akan hilang. Nasabah menaruh 1 juta, maka apapun kondisinya uang 1 juta tersebut dijamin kembali.

Sementara, uang nasabah di unit link sangat bisa hilang atau berkurang karena kinerja investasi yang memburuk. Tidak ada jaminan dari pemerintah (seperti Tabungan) terhadap investasi unit link.

Agen penjual harus bisa menjelaskan perbedaan ini antara tabungan dan asuransi investasi. Jika sampai agent bilang bahwa asuransi unit link tidak punya resiko, sama seperti menabung di tabungan, nasabah harus waspada karena pernyataan tersebut tidak benar.

#3 Proteksi Jiwa Minimal

Salah satu tujuan utama membeli asuransi adalah mendapatkan proteksi atas resiko meninggal dunia. Asuransi melindungi keluarga dari kemungkinan musibah yang menimpa kepala keluarga.

Proteksi jiwa sangat ditentukan oleh berapa jumlah uang pertanggungan yang disediakan oleh asuransi. Semakin kecil uang pertanggungan, semakin tidak efektif asuransi jiwa dalam memberikan proteksi kepada keluarga.

Karena itu, saat mengambil asuransi investasi, perlu nasabah lihat berapa jumlah uang pertanggungan yang diberikan. Apakah uang pertanggungan mencukupi atau tidak.

Masalahnya, kerap kali asuransi investasi memberikan uang pertanggungan yang kecil karena porsi premi harus dibagi dengan investasi. Kondisi ini perlu dibicarakan dengan agent penjual jika dirasa uang pertanggungan tidak memadai.

#4 Konsekuensi Investasi Tidak Sesuai Target

Asuransi unit link bergantung pada hasil investasi. Keuntungan investasi digunakan untuk membayar biaya asuransi, mempercepat masa pembayaran premi (cukup bayar 10 tahun karena sisanya di subsidi hasil investasi) dan menyediakan dana yang bisa ditarik nantinya.

Dalam proposal yang dibuat oleh agen penjual, prediksi investasi umumnya dibuat sangat optimis. Tidak ada skenario jika hasil investasi lebih buruk.

Realitanya di lapangan, kemungkinan hasil investasi memburuk sama besarnya dengan kemungkinan hasil membaik. Tidak jarang terjadi, jika melihat beberapa tahun lalu, return investasi negatif atau minus.

Karena itu, nasabah perlu mengetahui bagaimana jika hasil investasi di unit link tidak sesuai prakiraan di proposal. Apa konsekuensinya ? Apa yang perlu dilakukan oleh nasabah menghadapinya ?

Pertanyaan – pertanyaan semacam ini wajib dibahas dengan agent penjual. Calon nasabah perlu paham kemungkinan-kemungkinan terburuknya.

#5 Pilihan Instrument Investasi

Karena asuransi unit link ditentukan oleh hasil investasi, pilihan instrument investasi menjadi penting dan kritikal. Hasil dan resiko investasi sangat ditentukan oleh jenis instrumen yang dipilih.

Pada dasarnya tidak ada instrument investasi yang buruk. Yang ada adalah kesalahan memilih instrument sehingga tidak cocok dengan tujuan keuangan nasabah.

Oleh sebab itu, yang perlu dilakukan adalah mengetahui karakter masing – masing instrumen dan mencocokkan dengan tujuan serta profil keuangan nasabah. Pilihan jenis – jenis instrument perlu dibahas dengan agent penjual supaya nasabah sebaiknya mengetahui resiko dan keuntungan masing – masing instrumen.

Kami kerap melihat nasabah memilih instrumen yang keuntungannya paling tinggi karena dianggap paling baik. Padahal, instrument dengan keuntungan paling tinggi memiliki resiko paling besar (hukum high risk high return), yang sebetulnya belum tentu cocok dengan kebutuhan keuangan nasabah tersebut.

Kesimpulan

Kehadiran unit-link mendorong pertumbuhan penjualan asuransi di Indonesia. Kengganan masyarakat atas asuransi karena uangnya yang ‘hangus’ diatasi dengan komponen investasi dalam unit-link yang mengembalikkan premi.

Namun, ada sejumlah karakteristik asuransi investasi yang perlu diketahui oleh calon nasabah. Pemahaman yang baik akan membantu nasabah memilih produk asuransi yang tepat, yang paling cocok dengan kebutuhan keuangan mereka.

0 comment

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Newsletter

Subscribe our Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!