Reksadana

Reksadana Pendapatan Tetap Terbaik Dalam 10 Tahun Ini

written by wisanggeni | December 22, 2018

Tren suku bunga rendah dua tahun terakhir jadi berkah bagi Reksadana pendapatan tetap. Apalagi, Bank Indonesia baru saja kembali memangkas suku bunga acuan. Angin segar pun makin bertiup kencang ke reksadana berbasis obligasi.

Tak heran, banyak produk reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil per tahun di kisaran 8%– 9%. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir. Kinerja ini mendekati pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang rata-rata sebesar 10% dalam satu dekade belakangan.

Hasil pemeringkatan Bareksa dan KONTAN menempatkan produk reksadana pendapatan dengan imbal hasil rata-rata berkisar 8%–9% per tahun hingga akhir Juni lalu di posisi lima teratas.

Ke depan, prospek Reksadana pendapatan tetap tak kalah menjanjikan. Instrumen investasi ini bertabur katalis positif. Terutama, penurunan bunga acuan BI 7-day repo rate.

Suku bunga acuan yang makin menciut membuat tingkat risiko obligasi Indonesia lebih kecil. Begitu juga dengan risiko premium pada obligasi korporasi, sehingga lebih aman sebagai instrumen investasi.

Kondisi ini membentuk sentimen positif untuk investor asing dalam berinvestasi pada obligasi maupun sukuk di Indonesia. Sebab, kondisi ekonomi jadi lebih baik usai penurunan suku bunga acuan BI 7-day repo rate.

Tantangan

Meski begitu, tahun depan reksadana pendapatan tetap mendapat tantangan yang cukup berat. Tahun 2018, bakal banjir surat berharga negara (SBN) lantaran penerimaan pajak tampaknya tak sesuai harapan.

Sehingga, Pemerintah akan banyak menerbitkan obligasi guna menutup utang dan membiayai proyek infrastruktur. Imbasnya, harga obligasi tidak akan baik.

Diproyeksikan, rata-rata kinerja reksadana pendapatan tetap hingga akhir tahun ini sebesar 8%. Sementara tahun depan kemungkinan hanya 6%.

Tapi, ini masih lebih baik ketimbang bunga deposito perbankan yang berkisar 6% belum dipotong pajak.

Danamas Stabil Produk

Ini adalah jawara reksadana pendapatan tetap kategori 10 tahun. Dalam 10 tahun terakhir, Danamas Stabil mampu mencetak imbal hasil rata-rata sebesar 8,95% per tahun.

Strategi investasi untuk bisa mencapai imbal hasil tinggi itu berkat pemilihan obligasi, dari jangka waktu medium ke pendek. Mereka aktif trading.

Porsi obligasi korporasi memang besar, di kisaran 70%. Mengacu fund fact sheet per April 2017, lima obligasi teratas yang jadi koleksi Danamas Stabil adalah surat utang keluaran BFI Finance Indonesia, Federal International Finance, Global Mediacom, Tunas Baru Lampung, Waskita Karya.

Ke depan, obligasi korporasi masih akan mendominasi portofolio produk yang meluncur ke pasar pada 28 Februari 2005 itu, dengan tetap melakukan trading aktif.

Untuk target imbal hasil tahun ini, manajer investasi yang berdiri pada 2012 tersebut memasang di level 6%– 7%. Target tahun depan juga ada pada kisaran tersebut.

Sejak awal tahun hingga Selasa (26/9) lalu, menurut data Bareksa, Danamas Stabil telah memberikan keuntungan sebesar 4,99%.

Dana kelolaan reksadana ini di kisaran Rp 5 triliun.

Untuk pembelian awal produk ini minimal Rp 10 juta, sedang pembelian selanjutnya Rp 5 juta.
Anak usaha PT Sinarmas Sekuritas tersebut memungut biaya pembelian maksimal 1% dan penjualan kembali maksimum 1,5%.

MNC Dana Likuid

MNC Dana Likuid ada di peringkat kedua. Produk besutan MNC Asset ini menorehkan imbal hasil rata-rata 8,71% per tahun dalam 10 tahun belakangan.

Sementara secara ytd, produk yang lahir 29 Desember 2006 tersebut sudah memberikan keuntungan sebesar 5,17%. Hingga akhir tahun, manajer investasi yang berdiri 2000 lalu itu mengejar target moderat, yakni 7%.

Begitu juga dengan tahun-tahun berikutnya, targetnya ialah 7% per tahun. Perusahaan menerapkan jurus berupa menjaga konsistensi dalam pemilihan aset investasi MNC Dana Likuid. Yaitu, membeli obligasi terbitan emitenemiten yang going concern, andal, dan pernah mengeluarkan surat utang sebelumnya.

Selain itu, MNC Asset memilih obligasi yang memiliki peringkat stabil serta menawarkan tingkat kupon yang kompetitif. Mereka juga akan mencari imbal hasil tambahan melalui ketidakseimbangan pasar. “Tahun ini sepenuhnya kami hanya berinvestasi pada surat utang korporasi serta sisanya di deposito. Kalau dilihat dari persentase, 85% pada sukuk dan obligasi korporasi dan sisa 15% deposito.

Obligasi yang jadi pilihan anak usaha PT MNC Investama Tbk ini, misalnya, surat utang keluaran badan usaha milik negara (BUMN). Tentu, yang mempunyai rating minimum single A plus bertenor menengah, agar bisa memperoleh kupon yang lebih tinggi.

Di samping itu, MNC Asset juga memilih obligasi korporasi swasta yang memiliki peringkat kredit yang tinggi dan stabil. Mereka fokus memilih obligasi yang memiliki jatuh tempo jangka pendek ke jangka menengah.

Yang tertarik, setoran awal MNC Dana Likuid minimal Rp 250.000. Tapi, kalau Anda membeli melalui fitur reksadana online MNC, nilai pembelian awalnya minimum hanya Rp 100.000.

Biaya pembelian maksimum 2% dan penjualan kembali 0% untuk kepemilikan di atas enam bulan. MNC Asset membidik dana kelolaan hingga akhir tahun sebesar Rp 300 miliar.

Batavia Dana Obligasi Ultima

Produk racikan Batavia Asset ini menempati ranking ketiga Kontan. Batavia Dana Obligasi Ultima bisa mengukir imbal hasil dalam 10 tahun terakhir rata-rata 8,64% setahun.

Semenjak awal tahun, produk yang dirilis 20 Februari 2007 itu sudah mencetak imbal hasil 7,84%. Raihan imbal hasil itu berkat strategi penempatan dana kelolaan Batavia Dana Obligasi Ultima pada obligasi tenor pendek, di kisaran tiga tahun.

Obligasi durasi pendek, imbal hasilnya cukup stabil. Porsi obligasi korporasi yang jadi aset produk itu adalah di kisaran 40% hingga 60%.

Manajer investasi yang mulai berkegiatan 1996 silam itu mencari rating minimum A, supaya bisa mengurangi risiko likuiditas. Batavia Asset secara aktif melakukan pemilihan obligasi dengan jangka waktu pendek.

Dengan strategi investasi itu, imbal hasil Batavia Dana Obligasi Ultima ditargetkan hingga akhir tahun nanti bisa mencapai 6%–8%. Dan, target bawah sudah tercapai dalam tempo sembilan bulan.

Target dana kelolaan, tahun ini sebesar Rp 97 miliar dan tahun depan bisa meningkat jadi Rp 200 miliar. Yang ingin berinvestasi di produk ini, pembelian awalnya paling sedikit Rp 1 juta dan selanjutnya minimal Rp 100.000. Adapun biaya pembelian dan penjualan kembali masing-masing paling banyak 1%.

0 comment

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Newsletter

Subscribe our Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!