Kredit

Mengenal Persyaratan KUR Modal Usaha dan Cara Mengajukannya

written by wisanggeni | January 7, 2020

KUR modal usaha sangat popular di kalangan pelaku usaha. KUR atau kredit usaha rakyat merupakan salah satu program kerja pemerintah dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan memberdayakan potensi sumberdaya manusia, sehingga tercipta masyarakat yang mandiri serta dapat menyerap tenaga kerja di sekitarnya.

Modal usaha adalah bagian penting dalam menumbuhkan perekonomian mandiri. Banyak sekali ide kreatif dan inovatif masyarakat yang tidak tersalurkan karena permasalahan modal. Pada akhirnya orang lebih memilih bekerja menjadi karyawan daripada membangun usahanya sendiri. Kebiasaan seperti ini lama kelamaan akan mematikan minat berwirausaha. Padahal wirausaha berpeluang mendapat penghasilan lebih besar.

Pemerintah bekerja sama dengan perbankan mulai menyalurkan kredit usaha untuk memberikan fasilitas modal kepada seluruh pelaku usaha. Program pemerinta ini sudah didistribusikan di 33 provinsi di Indonesia. Artinya pemerintah memberikan bantuan secara merata. Sasarannya adalah semua bidang usaha yang sudah layak atau feasible, tetapi belum memenuhi persyaratan mengajukan pinjaman Bank.

Pemerintah menunjuk beberapa perbankan untuk membantu proses penyaluran kredit kepada masyarakat. Ada 6 Bank umum dan 13 Bank Pembangunan Daerah. Sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah, Bank diharapkan mampu menjangkau wilayah-wilayah yang jauh dari perkotaan. Sehingga distribusi kredit bisa merata. Bank mendapat jaminan oleh lembaga penjamin kredit sekaligus sebagai pengawas kegiatannya.

Syarat Pengajuan KUR

Dalam pelaksanaan pedistribusian KUR modal usaha, pemerintah memberikan batasan atau persyaratan. Yang kemudian diteruskan oleh perbankan yang bersangkutan. Persyaratan pengajuan tersebut sebenarnya untuk memberikan kemudahan kepada calon nasabah. Sekaligus untuk pemerataan penyaluran kredit kepada masyarakat. Dan sebagai jaminan pihak Bank meskipun sudah ada penjaminan dari lembaga yang ditunjuk.

Persyaratan pertama, nasabah tidak boleh memiliki pinjaman atau kredit pembiayaan dari instansi keuangan lain atau pemerintah. Jadi jika pelaku usaha masih memiliki tanggungan pembayaran kredit usaha dari pihak lain, maka tidak bisa mengajukan kredit usaha yang baru. Jika masih mempunyai kredit usaha harus sudah lunas, dibuktikan dengan surat keterangan lunas. 

Nasabah diperbolehkan memiliki kredit konsumtif misalnya KPR, kredit motor, kredit mobil dan sebagainya. Karena segmennya berbeda dengan kredit usaha. Jadi jika masih memiliki kredit konsumtif yang masih berjalan tidak perlu khawatir. Tetap bisa mengajukan kredit modal usaha kepada Bank terdekat. Dengan memenuhi persyaratan lainnya.

Tidak seperti persyaratan pengajuan pinjaman lainnya yang memerlukan BI Checking, pengajuan kredit modal usaha tidak melalui BI Checking. Pihak Bank tidak memerlukan sistem informasi debitur dari bank Indonesia. Karena kredit ini bertujuan untuk membantu permodalan pelaku usaha dan sepenuhnya menjadi kewenangan pihak Bank. Kredit diberikan berdasarkan kelayakan usaha nasabah.

Cara Pengajuan KUR Modal Usaha

Cara mengajukan kredit modal usaha cukup mudah. Yang pertama adalah dengan melengkapi dokumen identitas kependudukan. KTP, SIM, Kartu Keluarga dan sebagainya sebagai syarat utama. Pihak bank perlu mengenal lebih dalam tentang calon nasabah yang akan diberi kredit usaha. Dalam dunia finansial ini disebut dengan KYC (Know Your Customer).

Bukti dari legalitas kepemilikan usaha atau perusahaan milik Anda. Akta pendirian usaha, akta perubahan dan sebagainya. Dokumen ini menjadi bukti bahwa usaha yang dijalankan benar adanya, bukan perusahaan fiktif yang hanya ingin mengambil keuntungan dari proses pengajuan kredit modal usaha. Menghindari praktek pencucian uang yang pada akhirnya merugikan pihak Bank.

Nasabah harus menyertakan dokumen ijin usaha yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Seperti SIUP, TDP dan sebagainya. Bank hanya akan memberikan kredit kepada pelaku usaha yang sudah berijin. Nantinya bank akan bertanggung jawab kepada pihak penjamin dan pemerintah. Sehingga itu jauh lebih aman untuk nasabah karena semua sudah diawasi pihak berwajib.

Mutasi rekening bank, atau pembukuan perusahaan. Sebagai perusahaan yang sehat tentu ada lalu lintas keuangan yang bisa ditracking. Membuktikan bahwa perusahaann benar-benar menjalankan usahanya dengan layak. Ada proses produksi sampai pemasaran, ada aktifitas jual beli antara perusahaan dengan konsumen, pembayaran gaji pegawai, maupun pembayaran kepada penyedia bahan baku.

Syarat yang tidak boleh ketinggalan adalah agunan. Sertifikat tanah, sertifikat bangunan, BPKB kendaraan bermotor dan sebagainya. Plafon kredit yang diberikan pihak Bank umumnya dalam jumlah yang besar sehingga dibutuhkan jaminan. Sebagai pertimbangan pihak Bank untuk memberikan persetujuan kredit sesuai nominal kredit yang diajukan oleh nasabah. Serta mengisi surat permohonan kredit.

Sasaran KUR

KUR modal usaha adalah kredit yang diberikan khusus kepada semua pelaku usaha produktif. Dengan harapan para pelaku usaha ini mampu memanfaatkan kredit yang diberikan oleh Bank untuk meningkatkan aktifitas usaha dan produktifitasnya. Para pelaku usaha ini sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan dalam berbagai bidang usaha yang mengasilkan produk dan jasa.

Sektor usaha yang menjadi sasaran pemberian KUR adalah usaha mikro. Usaha yang dijalankan oleh perorangan atau badan usaha selama minimal 1 tahun dengan omset maksimal 300 juta rupiah. Punya aset setidaknya harus tidak lebih dari Rp 50 juta. Itupun belum dihitung termasuk bangunan dan tanah tempat usaha.

Sektor usaha kecil, yaitu usaha perorangan atau badan usaha yang berdiri sendiri. Memiliki asset minimal 50 juta rupiah  maksimal 500 juta diluar nilai tanah dan bangunan tenpat usaha, dengan total hasil penjualan dalam setahun antara 300 juta sampai 2,5 milyar rupiah. 

Sektor usaha menengah. Usaha produktif yang dijalankan perorangan atau badan usaha dengan kekayaan bersih minimal 500 juta sampai 10 milyar rupiah. Dan jumlah penghasilan dalam satu tahun mencapai 2,5 sampai 10 milyar rupiah. Usaha ini juga harus berdiri sendiri, bukan bagian dari perusahaan besar di bidang yang sama.

Sektor terakhir yang menjadi sasaran penyaluran kredit usaha adalah Koperasi. Koperasi merupakan usaha produktif yang bergerak dalam bidang jasa. Koperasi dapat dijalankan perorangan bisa juga dijalankan oleh badan usaha. Menerapkan asas kekeluargaan dalam menjalankan usahanya. Menjangkau rakyat kecil untuk memenuhi kebutuhan akan produk maupun jasa.

Tujuan Program Kredit Usaha

Kredit usaha yang sedang digalakkan oleh pemerintah bertujuan untuk memberikan akses yang luas kepada para pelaku usaha untuk mendapatkan bantuan pembiayaan. Jadi tidak hanya perusahaan yang sudah besar saja yang bisa mendapatkan bantuan modal. Usaha mikro pun mendapatkan kesempatan yang sama dalam hal pembiayaan Bank.

Kredit modal usaha juga bertujuan untuk meningkatkan iklim wirausaha yang luas. Sehingga masyarakat lebih mandiri secara finansial. Mampu mencukupi kebutuhannya sendiri dan menyerap tenaga kerja disekitarnya. Mengurangi angka pengangguran yang setiap tahunnya meningkat.  Sehingga secara berangsur dapat menekan angka kemiskinan. 

Selain memberikan fasilitas modal, Kredit usaha juga memberikan kemudahan dalam hal pemasaran. Permasalahan yang umum terjadi di sektor usaha produktif adalah pemasaran produknya yang belum maksimal. Sehingga sirkulasi transaksi tidak berjalan dengan sehat. semua permasalahan UMKMK akan mudah teratasi dengan adanya KUR Modal Usaha. 

0 comment

Related Posts


Deprecated: Theme without comments.php is deprecated since version 3.0.0 with no alternative available. Please include a comments.php template in your theme. in /var/www/html/cicil.id/wp-includes/functions.php on line 4913

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *