E-Money

Uang Elektronik – Peta Bisnis dan Para Pemainnya

written by wisanggeni | March 3, 2020
OVO Dompet Elekrtonik

Uang elektronik atau sering disebut juga dengan dompet digital adalah terobosan baru di bidang ekonomi yang sangat booming saat ini. Siapa yang tidak menggunakan uang elektronik? Kalaupun tidak menggunakan minimal mengetahui apa itu uang elektronik. Banyak sekali kita temui promo belanja atau makan di restoran dengan pembayaran melalui uang elektronik. 

Dalam kehidupan masyarakat serba modern saat ini semua hal yang praktis dan cepat memang sangat disukai. Aktivitas sehari-hari yang padat menjadikan waktu sangat berharga. Semakin banyak orang yang tidak mau mengantri. Termasuk dalam urusan bayar-membayar. Membawa uang cash dalam jumlah banyak saat ini cukup beresiko. Resiko kejahatan tidak bisa dihindari.

Sebagai alternatif pembayaran cash banyak yang sudah beralih menggunakan debit card dan credit card. Lebih praktis dan aman. Tidak mencolok dan menarik perhatian orang lain karena bentuknya kartu bukan uang. Kemudahan ini didukung dengan semakin banyaknya pusat fasilitas layanan publik yang menyediakan mesin EDC sebagai sarana pembayarannya. 

Sekali gesek proses pembayaran selesai. Tidak perlu mengantri di ATM untuk mengambil uang tunai atau membawa uang dalam dompet dengan nominal yang banyak. Semakin mudah menemukan cara pembayaran. Bahkan sekarang minimarket dan toko-toko kelontong banyak yang sudah menyediakan EDC sebagai fasilitas pembayaran non tunai. Karena lebih aman juga toko tersebut.

Apa Itu Uang Elektronik?

Uang elektronik adalah alat pembayaran bukan tunai yang tersimpan dalam server atau chip. Server atau chip ini diintegrasikan dengan aplikasi smartphone sebagai penyedia fasilitas pembayarannya. Untuk bisa digunakan untuk pembayaran uang elektronik ini harus diisi terlebih dahulu melalui setor atau transfer dari rekening Bank. 

Uang yang disetor tersimpan dalam media elektronik yang bisa langsung digunakan sewaktu-waktu. Ketika digunakan untuk transaksi pembayaran nominal saldo dalam uang elektronik akan berkurang sesuai dengan jumlah yang dibelanjakan. Tetapi uang elektronik bisa diisi kembali melalui top up saldo. Caranya sama seperti pengisian semula yaitu dengan transfer.

Pada dasarnya uang elektronik harus memenuhi beberapa unsur sehingga sah digunakan sebagai alat pembayaran. Yang pertama adalah penerbitannya berdasarkan nominal uang yang sudah disetor lebih dulu kepada pihak penerbit. Dengan kata lain uang elektronik berlaku jika didalamnya ada saldo yang bisa digunakan. Sama halnya dengan penggunaan debit card untuk pembayaran.

Yang kedua uang disimpan dalam server atau chip. Jadi tidak ada bentuk fisiknya. Tidak dapat ditarik tunai seperti pada tabungan atau deposito di Bank. Pada prinsipnya adalah alat pembayaran. Jadi hanya bisa digunakan untuk membayar pada proses transaksi finansial. Pembayaran bisa dilakukan di tempat yang sudah bekerjasama dengan penerbit.

Ketiga, uang yang sudah disetor dikelola oleh penerbit. Dan bukan merupakan simpanan atau tabungan. Uang elektronik meskipun disimpan dalam media elektronik dalam waktu lama tetapi tidak akan mendapat fasilitas seperti tabungan misalnya adanya bunga tabungan yang menambah saldo tabungan. Tidak ada fasilitas buku atau rekening Koran sebagai pencatat data transaksi.

Manfaat Uang Elektronik

Kemajuan teknologi dan informasi selalu membawa kemanfaatan bagi manusia. Termasuk juga uang elektronik. Kehadiran alat pembayaran ini memudahkan penggunanya dalam transaksi. Tidak perlu membawa banyak uang, selain ribet resiko tercecer, juga sangat beresiko. Ketika lupa membawa dompet tetap bisa melakukan pembayaran. Cukup menggunakan smartphone. Pembayaran lebih privasi dan aman.

Lebih ringkas ketika belanja. Membawa uang tunai kita akan disibukkan dengan menghitung uang sejumlah nominal pembayaran belanja. Setelah itu menghitung kembalian di depan kasir. Bagi sebagian orang aktifitas semacam ini cukup merepotkan. Apalagi jika banyak antrian dan proses pembayaran harus buru-buru. Uang elektronik memberikan fasilitas yang lebih praktis. 

Menghemat waktu. Tidak perlu berlama-lama membayar langsung di depan kasir. Hanya dalam hitungan detik proses pembayaran sudah bisa diselesaikan. Hal ini tidak hanya menguntungkan bagi pengguna uang elektronik tetapi juga kasir yang bersangkutan karena memangkas waktu antrian pelanggan. Pekerjaan jadi cepat selesai mengurangi resiko selisih uang di kasir. 

Pembayaran lebih akurat. Dalam berbelanja ada kalanya kita mendapat tagihan dalam nominal kecil sampai satuan rupiah. Sangat merepotkan jika membayar menggunakan uang tunai karena kembaliannya juga dalam bentuk pecahan kecil. Dan umumnya diganti dengan kembalian permen. Uang elektronik membayar sesuai nominal tagihan dan tidak memerlukan kembalian. 

Membantu mengelola keuangan Anda. Karena riwayat transaksi pembayaran tercatat dengan baik. Anda bisa memeriksanya secara berkala melalui aplikasi smartphone Anda. Meskipun fungsinya tidak seperti tabungan tetapi uang elektronik memberikan keleluasaan untuk mengatur sendiri pengeluaran bulanan yang perlu dan tidak perlu. Jadi tetap bisa menghemat uang setiap bulannya.

Banyak promo menarik yang bisa didapatkan. Tempat belanja atau tempat makan tertentu umumnya memberikan diskon atau cashback kepada pelanggan yang membayar menggunakan uang elektronik. Sama saja Anda membayar dengan nominal yang jauh lebih sedikit dari harga seharusnya. Tentu sangat menguntungkan.

Uang elektronik sangat aplikatif. Bukan hanya digunakan untuk pembayaran belanja atau makan dan minum di restoran saja. Tetapi banyak sekali kebutuhan yang bisa dibayar menggunakan uang elektronik. Pemesanan tiket kereta api dan pesawat, pembelian BBM, uang parkir, membayar tarif tol dan masih banyak lagi. 

Di Indonesia banyak sekali penerbit uang elektronik. Dan hampir semuanya diminati. Sebut saja Ovo, GoPay, e-money, Dana dan sebagainya. Ada yang promosinya bisa langsung kita lihat di tempat-tempat belanja. Ada juga yang promosinya gencar di media massa. Yang pasti uang elektronik ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

OVO, Kelebihan dan Kekurangannya

Ovo adalah uang elektronik yang paling banyak digunakan di Indonesia. menurut data BI pengguna ovo menduduki 37% dari total seluruh pengguna uang elektronik yang ada. Ovo seakan menjadi pelopor boomingnya penggunaan pembayaran digital ini. Banyak sekali diskon dan cashback yang ditawarkan bagi penggunanya. Tersebar di hampir semua outlet.

Belanja pakaian dan asesoris, makan, bayar tiket, hotel dan sebagainya lebih murah dengan ovo. Diskon dan cashback yang ditawarkan membuat tagihan yang harus dibayar menjadi lebih ringan. Lebih menghemat penggunaan uang. Masyarakat tentu tidak akan melewatkan kesempatan menarik ini. Siapapun pasti menginginkan harga yang terjangkau dengan kualitas yang sama.

Banyaknya diskon dan cashback yang ditawarkan ini memancing masyarakat untuk beramai-ramai menginstal aplikasi smartphone. Sebelum penerbit uang elektronik lain mulai gencar melakukan promosi, ovo sudah lebih dulu memulai langkah dengan terobosan yang menarik minat masyarakat. Dalam waktu singkat ovo sudah menguasai pangsa pasar uang elektronik di Indonesia. 

Sebagai uang elektronik yang paling banyak digunakan di Indonesia Ovo memiliki beberapa kelebihan dibanding penerbit lainnya. Ovo memiliki rekanan merchant yang sangat banyak dan tersebar di seluruh kota di Indonesia. Kebutuhan konsumtif bisa dengan mudah dibayar menggunakan ovo. Bahkan tiket pesawat dan hotel saat ini juga difasilitasi oleh ovo. 

Ovo bisa digunakan untuk membayar Grab, dengan 1 rupiah saja pada penggunaan pertama kali. Siapa yang tidak tergiur dengan pembayaran hanya 1 rupiah saja? seperti tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk membayar jasa ojek online. semakin memanjakan penggunanya untuk tetap setia menggunakan Ovo. 

Ovo memberikan promo spesial untuk makan di restaurant tertentu seperti Ta wan resto, Kopitiam, Pepper Lunch, American grill dan masih banyak lagi tempat makan yang bekerjasama dengan Ovo. Setiap kali mengunjungi mall atau pusat perbelanjaan pasti orang akan sekalian makan di resto terdekat. Promo Ovo dimanfaatkan untuk pembayaran lebih murah.

Yang paling menarik, ovo memberikan poin untuk setiap kali transaksi pembayaran di merchant yang sudah bekerja sama. Poin ini bisa dikumpulkan kemudian ditukar dengan promo menarik lainnya yang diberikan oleh ovo. Bisa juga digunakan untuk membayar belanja atau makan di merchant yang ditunjuk. 

Dibalik kelebihan yang ditawarkan tentu ada kekurangan. Ada beberapa tagihan yang belum bisa diakomodir oleh ovo misalnya iuran BPJS, pembayaran tagihan PDAM, pembayaran pajak bumi dan bangunan. Selain itu untuk upgrade fasilitas ovo belum bisa dilakukan langsung secara online. Harus melalui booth yang tersedia di beberapa tempat, walaupun prosesnya cepat.

Kelebihan dan Kekurangan GoPay

GoPay, menduduki peringkat kedua setelah Ovo. Sebenarnya gopay merupakan user experience yang lebih mudah dari ovo karena lebih dulu hadir. Meskipun orang lebih mengenal Gojek dan layanan transportasinya. Semenjak kemunculannya aplikasi ini sudah banyak diminati dan diinstal secara masal. Layanan seperti Go-Car, Go-Ride, Go-food, Go-Box dan sebagainya banyak sekali digunakan.

Cara pembayarannya juga menjadi dipermudah dengan adanya GoPay. Sama halnya ovo sebagai uang elektronik, pembayaran layanan gojek menjadi cashless. Meskipun masih banyak yang menggunakan pembayaran tunai. GoPay dapat digunakan untuk membayar fasilitas yang disediakan oleh Gojek. Dan belum dapat digunakan untuk berbelanja di merchant seperti Ovo. 

Namun demikian layanan yang disediakan Gojek sangat banyak dan beragam. Semuanya dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari terutama kebutuhan transportasi. Di kota besar yang rawan macet, kehadiran layanan Go-ride dan Go-Car sangat dibutuhkan. Lebih nyaman dibanding naik kendaraan umum. Ordernya cepat pembayarannya mudah. siapa yang tidak tertarik?

Layanan 24 jam nonstop menjadi salah satu kelebihan GoPay. Untuk pembayaran order atas jasa Gojek bisa dilakukan kapanpun. Order layanan transportasi bisa dilakukan bahkan sampai tengah malam. Dimanapun Anda berada, kebutuhan transportasi, pesan antar makanan bisa dilayani. Cukup dengan order dan bayar dari rumah dan Anda mendapatkan yang Anda butuhkan.

Promo menarik tersedia bagi pengguna layanan GoPay. Yang paling sering ditemukan adalah promo diskon. Siapapun pasti suka dengan diskon. Membayar fasilitas layanan dengan lebih murah tetapi tidak mengurangi kualitas. Diskon diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kesetiaan menggunakan Gopay. Semakin sering digunakan semakin banyak kesempatan mendapatkan promo menarik.

Kelebihan lainnya GoPay memberikan layanan go-points. Dengan banyak melakukan transaksi menggunakan Go Pay semakin banyak poin yang bisa didapatkan. Poin ini bisa dikumpulkan dan ditukar dengan promo menarik lainnya yang disediakan GoPay. Selain itu Gopay menjamin keamanan transaksi konsumennya. Dengan sistem yang terproteksi data transaksi yang dilakukan oleh nasabah juga dilindungi.

Kekurangan Go Pay belum bisa digunakan untuk membayar transaksi langsung di merchant. Belum ada kerjasama dengan tempat-tempat belanja seperti minimarket, fashion outlet dan restoran. Belum bisa memfasilitasi pembayaran tiket perjalanan dan hotel bahkan tagihan bulanan rumah tangga. Penggunaanya masih terbatas pada layanan yang diberikan oleh goJek. Meskipun peminat banyak. 

Kelebihan dan Kekurangan Brizzi

Brizzi adalah layanan uang elektronik yang diterbitkan oleh Bank BRI. Pada awalnya dikeluarkan untuk memfasilitasi pembayaran toll yang sudah tidak lagi menggunakan pembayaran tunai. Kemudian berkembang memfasilitasi pembayaran semua transaksi ritel. Belanja di minimarket sekarang bisa menggunakan ini. Transjakarta dan commuter line saat ini juga bisa dibayar menggunakan Brizzi. 

Dalam kebutuhan transaksi pembayaran menggunakan Brizzi pengguna hanya perlu tap kartu. Ketika melewati gerbang tol cukup menempelkan kartu Brizzi sudah otomatis memiliki akses jalan tol. Hanya butuh waktu dalam hitungan detik. Lebih praktis dan lebih cepat, tidak mengganggu pengguna tol lain.

Kelebihan lainnya, Brizzi sangat mudah diisi ulang. Sudah banyak jaringan ritel di Indonesia yang bekerja sama dengan Bank BRI, sehingga proses top up bisa dilakukan dimana saja. selain itu jumlah mesin ATM Bank BRI sangat banyak. Tersebar di seluruh penjuru tanah air bahkan sampai di daerah pelosok pedesaan. 

Karena berbentuk kartu Brizzi bisa digunakan oleh siapapun. Dalam satu keluarga hanya butuh satu kartu. Bisa dipindahtangankan, misalnya dari suami ke istri atau ke anak jika sewaktu-waktu membutuhkan dalam kondisi mendesak. Penggunaanya juga mudah, tidak membutuhkan PIN jadi bisa digunakan siapa saja. 

Kekurangan Brizzi adalah adanya batasan waktu isi ulang. Pengisian ulang saldo Brizzi tidak bisa dilakukan pada jam 22.00-00.30. Bisa jadi pada jam tersebut dilakukan maintenance. Tentu hal ini mengganggu. Bagi yang memiliki kebutuhan mendesak sangat menyulitkan. Misalnya sedang berada di tol saldo tidak mencukupi mau tidak mau harus bayar cash.

Kartu bisa digunakan tanpa PIN. Sangat berbahaya karena rentan disalahgunakan. Jika sampai terjadi kehilangan, kartu Brizzi bisa digunakan oleh orang lain untuk bertransaksi. Saldo di dalam kartu bisa dikuras tanpa terdeteksi siapa yang menggunakannya. Sebenarnya dibalik kemudahan penggunaan kartu tanpa PIN ini justru sangat rawan pencurian.

Kelebihan dan Kekurangan Shopee Pay

Masih banyak lagi penerbit uang elektronik yang digunakan oleh masyarakat. Shopee Pay, bagi penggemar belanja online pasti sangat akrab dengan fasilitas ini. Jika sebelumnya belanja online di marketplace ini menggunakan sistem bayar transfer dan setor tunai, saat ini sudah lebih mudah dengan adanya fitur baru tersebut. 

Pembayaran bisa langsung dilakukan seketika itu juga. Lebih cepat dan praktis. Sehingga pengiriman barang dari penjual jadi lebih cepat dilakukan. Selain itu menggunakan shopee pay berkesempatan menikmati layanan bebas ongkir. Layanan yang menjadi favorit semua orang ketika melakukan belanja online. Bebas ongkir artinya nominal yang dibayar lebih murah.

Kekurangannya shopee pay hanya bisa digunakan untuk keperluan pembayaran belanja online di marketplace itu saja. Meskipun dalam marketplace tersebut ada banyak sekali toko yang menjual berbagai macam kebutuhan mulia dari makanan minuman, pakaian, perabot rumah sampai elektronik. Tidak bisa digunakan untuk belanja langsung karena tidak tersedianya merchant rekanan.

Kelebihan dan Kekurangan Uang Elektronik secara Umum

Secara umum kelebihan penggunaan uang elektronik adalah mempercepat proses transaksi pembayaran. Tanpa perlu antri lama, tanpa ribet membawa uang tunai dalam jumlah banyak yang sangat beresiko. Untuk pembayaran toll, tiket transportasi, belanja, pembayaran layanan pesan antar, dan sebagainya jadi lebih mudah.

Kehadiran uang elektronik memfasilitasi bagi masyarakat yang belum menggunakan layanan perbankan apapun. Tidak memiliki debit maupun kredit card tidak menjadi batasan untuk melakukan pembayaran transaksi non tunai. Pengguna uang elektronik bisa mengisi saldo melalui setor tunai. Tidak wajib memiliki tabungan di Bank.

Sangat berguna bagi yang malas mencatat pengeluaran bulanan. Cukup menyediakan dana pada uang elektronik di awal bulan sebanyak anggaran yang sudah ditetapkan. Kemudian menggunakannya untuk pembayaran keperluan bulanan. Misalnya belanja bahan-bahan kebutuhan pokok, fashion, pulsa dan sebagainya. Jika dana salam uang elektronik habis berarti sudah mencapai mencapai batas pemakaian.

Uang elektronik bisa diberikan kepada orang lain untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan. Misalnya diserahkan kepada pasangan untuk keperluan belanja bulanan, ke sopir pribadi untuk keperluan membeli BBM dan perawatan mobil, atau kepada anak sebagai jatah khusus untuk membeli peralatan sekolah. Fasilitas ini cukup memudahkan karena mengurangi beban pekerjaan, dan mudah dipantau.

Kekurangan uang elektronik diantaranya adalah merchant rekanan yang masih terbatas. Hanya di kota-kota saja uang elektronik bisa digunakan untuk berbelanja atau melakukan pembayaran. Belum bisa memfasilitasi masyarakat yang tinggal di pedesaan dengan proses pembayaran yang sama. Jika ingin menggunakan uang elektronik harus mencari tempat yang menyediakan fasilitas pembayaran digital.

Uang elektronik yang berbentuk kartu lebih riskan. Jika terjadi kehilangan atau pencurian tidak bisa dilakukan pemblokiran saldo pada kartu. Sehingga pengembaliannya sangat sulit. Dan sudah pasti pengguna mengalami kerugian finansial. Berbeda dengan ATM atau debit card yang ketika terjadi kehilangan langsung dapat dilakukan pemblokiran saldo. Sehingga tidak dapat disalahgunakan.

Prospek Uang Elektronik

Dilihat dari animo masyarakat yang sangat besar terhadap manfaat uang elektronik, bisa ditarik kesimpulan bahwa prospek alat pembayaran ini sangat bagus. Ovo sebagai uang elektronik yang mendominasi tak henti-hentinya memberikan fasilitas yang menguntungkan penggunanya. Hal ini tentu akan semakin menambah kesetiaan pelanggan. Selain itu juga menarik pelanggan baru lebih banyak.

Pergeseran gaya hidup kaum milenial ikut berperan dalam perkembangan uang digital di Indonesia. Lebih banyak masyarakat memilih berbelanja online melalui smartphone daripada datang ke toko atau pusat perbelanjaan. Hal ini tak lepas dari peran uang elektronik yang memberikan kemudahan pembayaran. Semakin sedikit orang rela antri membayar dalam membeli suatu barang.

Perusahaan ritel semakin mendukung penggunaan uang elektronik dengan menyediakan merchant. Bahkan minimarket juga sudah banyak menggunakan uang elektronik sebagai alat pembayarannya. Hal ini merupakan dukungan secara langsung terhadap pertumbuhan uang elektronik. Meskipun di lain sisi banyak penerbit uang elektronik yang memilih menghentikan layanannya.

Dalam bisnis komersial akan selalu ada proses seleksi. Persaingan fasilitas sampai banting-banting promo diskon dan cashback dianggap suatu hal yang wajar. Pemenangnya sudah pasti yang paling banyak memberikan fasilitas kemudahan dan diskon bagi penggunanya. Dan yang mampu bertahan tentu saja yang sudah memiliki banyak pelanggan setia. 

Mempertahankan jumlah pelanggan jauh lebih sulit daripada mendapatkan pelanggan baru. Sampai saat ini masih menjadi PR bagi penerbit uang elektronik karena pada kenyataannya banyak pelanggan yang akhirnya berpindah menggunakan uang elektronik lain. Hak sebagai konsumen yang tidak bisa dipaksakan oleh penerbit uang elektronik.

Membangun bisnis uang elektronik tidak mudah. Butuh dana yang besar untuk memulainya, promosi harus diperhitungkan supaya mampu menarik banyak pelanggan dan menghasilkan keuntungan. Selain itu perijinan yang tidak mudah meskipun sudah diatur oleh bank Indonesia. Tetapi yang menentukan eksistensi adalah produk dan kepuasan konsumen.

0 comment

Related Posts


Deprecated: Theme without comments.php is deprecated since version 3.0.0 with no alternative available. Please include a comments.php template in your theme. in /var/www/html/cicil.id/wp-includes/functions.php on line 4973

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *