Asuransi

Cara Memilih Asuransi Kendaraan Terbaik 2018

written by wisanggeni | January 8, 2019

Punya kendaraan, baik baru maupun bekas, sebaiknya sudah diproteksi oleh asuransi. Karena resiko berkendara di jalan raya cukup besar. Bagaimana cara memilih asuransi kendaraan terbaik 2018 ?

Asuransi juga bisa didapatkan dari perusahaan pembiayaan atau dealer saat membeli kendaraan. Namun Anda harus banyak bertanya soal biaya premi dan manfaat dari asuransi. Jangan sampai Anda tahu isi polisi setelah teken kontrak.

Sial benar nasib John. Pertama, mobilnya rusak. Nah, begitu hendak mengajukan klaim ke perusahaan asuransi, ternyata klaimnya ditolak.

Ia juga tak bisa menuntut apa-apa karena saat meneken perjanjian kredit dengan perusahaan pembiayaan dua tahun lalu, John tak membaca detail isi polis asuransi.

Rupa-rupanya, dalam kontrak asuransi John, hanya di tahun pertama saja, ia mendapatkan fasilitas perlindungan komprehensif alias all risk. Tetapi di tahun kedua dan seterusnya, ternyata fasilitas yang didapatkan hanya perlindungan total loss only (TLO).

John memang hanya ingin mengklaim kerusakan di bagian bemper depan saja. Sedangkan asuransi jenis TLO hanya mengcover jika terjadi kehilangan atau kerusakan besar saja.

Pengalaman John bisa jadi dialami oleh mereka yang membeli mobil dari perusahaan pembiayaan ataupun diler saat mau mengurus asuransi.

Bagaimana cara memilih asuransi kendaraan ? Kita lihat dahulu kesalahan yang sering dilakukan.

Kesalahan dalam Memilih Asuransi Kendaraan

Masyarakat kita memang belum terlalu melek soal asuransi, maka sering terjadi hal seperti ini. Lebih parahnya lagi, tak sedikit pula konsumen yang hanya pasrah ketika disodori produk asuransi oleh dealer tempat mereka membeli mobil.

Juga banyak orang yang membeli mobil, baik secara tunai maupun kredit, tidak tahu bagaimana cara mengasuransikan kendaraan miliknya. Setelah mengalami kejadian penolakan klaim, baru mereka menyadari kalau saat awal meneken kontrak ternyata salah.

Jangankan memilih produk, kadang-kadang konsumen juga belum memahami fungsi asuransi kendaraan.

Tapi yang paling sering terjadi adalah, konsumen kesulitan memilih produk asuransi kendaraan. Sebagian pemilik mobil tidak tahu detail dari produk asuransi kendaraan, termasuk apa saja yang dijamin, bagaimana proses klaim, dan seterusnya.

Bahkan, ada pemilik mobil yang sampai tidak ingat nama perusahaan asuransinya. Padahal, sebelum memilih produk asuransi kendaraan, penting untuk mengumpulkan informasi tentang identitas perusahaan yang mengeluarkan produk itu, risiko-risiko yang dicover oleh produk asuransi tersebut, serta hak dan kewajiban nasabah maupun perusahaan asuransi.

Susahnya, jika menggunakan perusahaan pembiayaan saat membeli mobil secara kredit, seringkali konsumen tidak memiliki banyak pilihan atas produk asuransi kendaraan. Biasanya, multifinance sudah memiliki rekanan perusahaan asuransi. Jika tidak ada permintaan khusus dari nasabah, umumnya multifinance langsung mengarahkan ke perusahaan asuransi tertentu.

Tak jarang, setelah polis keluar, nasabah baru mengetahui produk yang tepat. Seperti yang dialami oleh John tadi ternyata cuma di tahun pertama, nasabah mendapat fasilitas perlindungan komprehensif. Sisanya hanya mendapatkan layanan TLO.

Tips Memilih Asuransi Kendaraan

Tak ada salahnya memang konsumen yang akan mengikat kredit dengan perusahaan pembiayaan bisa lebih teliti lagi. Kan nasehat orang tua sudah lama kita dengar kalau teliti sebelum membeli.

Makanya konsumen harus lebih bawel lagi saat memutuskan membeli kendaraan secara kredit. Nah, bagi Anda yang ingin tidak kejadian seperti John bisa melakukan beberapa hal yang bisa dilihat terlebih dahulu sebelum benar-benar membeli asuransi melalui perantara lembaga pembiayaan maupun dealer.

#1 Tanya Premi

Saat akan membeli kendaraan, Anda harus memastikan terlebih dahulu apakah mobil tersebut dibayar secara tunai atau kredit. Biasanya, jika mobil dibeli secara tunai, entah dari dealer, showroom, atau pihak kedua, pembeli tidak terkena kewajiban untuk mengambil asuransi tertentu.

Artinya, pembeli bebas memutuskan asuransi yang akan mereka pakai. Tapi, jika mobil dibeli secara kredit, biasanya perusahaan pembiayaan mewajibkan nasabah untuk mengasuransikan mobilnya.

Komponen biaya premi asuransi bisa masuk ke dalam total biaya awal, alias down payment (DP). Atau, bisa juga dalam komponen angsuran bulanan nasabah.

Pertanyaannya, apakah konsumen bisa nego biaya premi dari asuransi kendaraan?

Tergantung dari negosiasi dengan sales yang mengurusi pembiayaan kendaraan incaran konsumen. Nego paket ke leasing. Karena harganya sudah di-bundling. Asuransi jadi salah satu komponen dalam kredit kepemilikan mobil..

Namun , konsumen biasanya diberi pilihan paket paket asuransi yang sudah dinegosiasikan dengan perusahaan rekanan. Artinya, kemungkinan untuk menego biaya premi memang agak sulit.

Kalaupun ada penurunan biaya, itu dari hasil negosiasi bukan berasal dari biaya premi asuransi. Paket-paket yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan beragam dan bermacam manfaatnya.

Saat bicara premi, Anda harus bawel saat diler atau pun perusahaan pembiayaan menawarkan program cash back atau program diskon khusus seperti asuransi. Program seperti ini yang harus Anda gali informasinya lebih lengkap, sebelum memutuskan mau bergabung atau tidak.

Soalnya, bisa jadi itu sekedar pemanis belaka, karena Anda tidak mendapatkan keuntungan apa-apa.

#2 Kenali Perusahaan Asuransi

Lalu Anda juga harus mengenal dengan detail profil perusahaan asuransi yang Anda pilih dari tawaran perusahaan pembiayaan maupun dealer. Pada tahap ini, Anda butuh ketelitian dan harus banyak mencari informasi tentang reputasi maupun pelayanannya.

Pastikan pula bahwa kendaraan Anda benar terdaftar. Selain itu, cermati apakah pembelian itu melalui agen atau broker. Nasabah wajib mengetahui ketentuan yang ada dalam polis.

Sebaliknya, perusahaan asuransi harus menjelaskan hak dan kewajiban nasabah. Tidak ada salahnya, pemilik kendaraan mengecek pihak-pihak yang bekerjasama dengan perusahaan asuransi.

Misalnya, siapa dan di mana saja bengkel rekanannya, apakah ada garansi suku cadang, dan apakah ada layanan telepon 24 jam. Perhatikan juga laporan keuangannya, jangan sampai kondisi keuangan perusahaan asuransi itu minus.

#3 Kenali Manfaat Asuransi Kendaraan Anda

Yang tak kalah penting adalah menentukan kebutuhan asuransi. Sebab, biasanya, perusahaan asuransi punya beragam produk asuransi yang berbeda berdasarkan jenis pertanggungan.

Pada dasarnya, dilihat dari jenis pertanggungan, asuransi kendaraan terbagi atas dua.

Pertama, asuransi komprehensif (comprehensive) atau all risk. Lewat produk ini, perusahaan asuransi menanggung semua biaya perbaikan kerusakan sebagian (partial loss) hingga kehilangan akibat kecelakaan atau tabrakan.

Kedua, perlindungan total loss only (TLO). Dalam skema ini, perusahaan asuransi hanya mengganti biaya perbaikan apabila kerusakan kendaraan di atas 75% dari nilai kendaraan atau kendaraan hilang akibat pencurian.

Sesuai cakupan perlindungannya, premi asuransi komprehensif lebih besar dibandingkan premi TLO.

Tarif premi komprehensif yang lazim berlaku saat ini sekitar 3% dari harga kendaraan. Sementara premi untuk TLO sekitar 1% dari harga kendaraan.

Jika kendaraan Anda dipergunakan untuk sehari-hari, sebaiknya partial loss juga dijamin. Tapi, kalau tidak sering terjadi partial loss dan masih bisa Anda perbaiki sendiri (self insurance), sebaiknya ambil asuransi total loss.

Masih soal pertanggungan, perhatikan juga apakah perlu pertanggungan tambahan, misalnya risiko atas kejadian akibat huru-hara, bencana alam, atau kecelakaan diri bagi pengemudi maupun penumpang.

Biasanya, beberapa perusahaan asuransi memberi jaminan itu dalam bentuk paket, tapi ada juga yang memberlakukannya secara terpisah dengan keharusan membayar premi tambahan.

Jika kebutuhan Anda adalah untuk melindungi partial loss dan total loss, sebaiknya memilih produk paket agar lebih efisien ketimbang beli terpisah.

Kalau kendaraan Anda dilengkapi dengan aksesori tambahan yang tidak standar dari pabrik, seperti televisi, audio, dan velg racing, Anda harus melaporkan saat mendaftarkan asuransi. Jika tidak dilaporkan, tidak akan ada perlindungan dari perusahaan asuransi.

Karena asuransi hanya melihat sesuai standar pabrik. Asuransi kendaraan sangat bermanfaat, terutama sebagai jaga-jaga daripada merogoh duit sendiri saat terjadi suatu risiko.

Hal inilah yang terkadang tidak disadari oleh konsumen.

Dengan kata lain, asuransi kerugian menghindarkan kita dari pengeluaran uang yang tidak terduga akibat risiko yang terjadi pada kendaraan kita.

Anda juga harus jujur soal kegunaan mobil yang Anda beli. Anda harus memastikan mobil tersebut digunakan sendiri atau disewakan. Pasalnya, perusahaan asuransi punya perhitungan tingkat risiko yang berbeda untuk dua peruntukan itu.

Jika saat pengajuan asuransi Anda menyatakan mobil dipakai sendiri, tapi saat klaim terbukti bahwa mobil itu disewakan, perusahaan asuransi sangat mungkin tak bakal mengabulkan klaim Anda.

Apalagi kini sudah banyak orang yang berbisnis taksi online dengan mobil mereka sendiri. Harus ditegaskan dari awal kalau memang itu untuk bisnis taksi online.

Jika Anda tidak jujur dari awal maka bisa saja perusahaan asuransi akan menolak klaim.

Selamat Memilih.

0 comment

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Newsletter

Subscribe our Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!