Advertisements

Cara Mengajukan Pinjaman Online Agar di acc

Advertisements

Bagaimana cara mengajukan pinjaman online secara mudah dan cepat ? Ikuti tips dari pengalaman mengajukan di aplikasi pinjaman online.

Kebutuhan akan dana secara cepat dan mudah selalu menjadi kebutuhan banyak orang.

Dulu, sulit mendapatkan akses ke pinjaman secara cepat dan mudah. Tapi, sekarang dengan kehadiran teknologi finansial atau fintech, hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak mustahil.

Advertisements

Manfaat yang ditawarkan Pinjaman Online adalah:

  • Cepat. Proses persetujuan di pinjaman online memakan waktu singkat. Biasanya dalam 24 jam, jauh lebih superior dibandingkan bank yang 1 sd 2 minggu.
  • Mudah. Persyaratan pinjaman online umumnya hanya KTP dan foto selfie. Syarat dokumen lain opsional, jika dibutuhkan. Berbeda dengan bank yang meminta banyak dokumen sejak awal.
  • Online. Seluruh proses dilakukan secara online, tidak perlu tatap muka. Peminjam bisa mengajukan pinjaman dimana saja dan kapan saja. Cukup bermodalkan smartphone.
  • Fleksibilitas tenor. Pinjaman online memperkenalkan tenor kredit 30 hari. Tenor pendek ini banyak dicari karena dianggap cocok dengan siklus gajian pegawai. Sementara bank meminta minimum tenor 6 bulan yang belum tentu semua orang butuh masa pinjaman selama itu.
  • Plafon kecil. Bank jarang memberikan plafon pinjaman kecil. Paling minimum Rp 5 juta di KTA. Pinjaman online menawarkan pinjaman mulai dari Rp 500 ribu. Orang yang butuh plafon kecil, cocok sekali dengan tawaran pinjaman online.
  • Tanpa kartu kredit. Pinjaman online tidak mensyaratkan kartu kredit dalam pengajuan. Ini merupakan big relief bagi banyak orang karena bank mewajibkan pengajuan harus dengan kartu kredit.
  • Tanpa jaminan. Tidak ada agunan yang diserahkan untuk bisa mengajukan pinjaman. Ini juga big relief bagi banyak orang yang ingin pinjam tapi tanpa harus menyerahkan aset sebagai jaminan.

Bagaimana caranya mengajukan pinjaman online agar di acc, disetujui ? Ikuti langkah – langkahnya yang kami rangkum berikut ini.

1. Pinjaman Izin OJK

Aplikasi Pinjaman Online

Langkah pertama adalah kita harus mencari perusahaan pinjaman online yang sudah terdaftar dan berizin dari OJK. Ini sangat penting.

Saat ini, banyak beredar pinjaman online ilegal, tidak berizin OJK, yang melakukan praktek – praktek merugikan konsumen, seperti bunga yang sangat tinggi dan penagihan yang tidak manusiawi.

Untuk menghindari terjebak pada pinjaman ilegal tersebut, kita harus mencari yang sudah berizin OJK.

Caranya cukup mudah, kita ke situs OJK untuk melihat daftar perusahaan Fintech online yang sudah berizin. Di situs OJK, daftarnya selalu up-to-date.

2. Unduh Aplikasi

Setelah menemukan pinjaman online yang akan kita ajukan, selanjutnya adalah mengunduh aplikasi pinjaman tersebut di Google Playstore dan Apple Store.

Advertisements

Pengajuan pinjaman secara online harus dilakukan melalui aplikasi yang disediakan gratis oleh para penyedia. Aplikasi ini nanti yang digunakan untuk mengisi data dan mengirimkan pengajuan.

Aplikasi bisa diunduh gratis dengan menggunakan ponsel Smartphone. Perlu dipastikan jenis ponsel yang digunakan bisa mengunduh aplikasi di Playstore.

3. Daftar Akun

Berikutnya adalah membuka akun di aplikasi pinjaman yang sudah diunduh. Akun diperlukan untuk bisa mengajukan pinjaman.

Yang penting diperhatikan adalah dalam proses pembukaan akun, calon peminjam perlu mendaftarkan email dan no ponsel. Email dan no ponsel harus diisi dalam form pembukaan akun.

Setelah email dan no HP dimasukkan, aplikasi pinjaman akan mengirimkan kode OTP ke email dan no ponsel. Kode tersebut harus dimasukkan ke dalam aplikasi.

Ini adalah cara aplikasi memastikan bahwa pemilik aplikasi adalah memang orang yang email dan no ponsel didaftarkan, tanpa perlu bertatap muka atau menghubungi.

4. Masuk Aplikasi

Setelah pembukaan akun berhasil, calon peminjam sekarang bisa masuk ke dalam aplikasi pinjaman.

Di dalam aplikasi bisa dilihat berbagai fitur yang tersedia, misalnya, jumlah pinjaman dan tenor yang bisa diajukan, persyaratan dan kriteria untuk bisa mengajukan kredit. Terdapat pula bagian ‘bantuan’, dimana bisa membaca berbagai ketentuan dan no kontak untuk menghubungi layanan konsumen.

Bisa dicek juga soal tanda izin dari OJK. Biasanya perusahaan yang sudah resmi izin dari OJK menampilkan no perizinan dan segala ketentuannya.

5. Persyaratan

Persyaratan pengajuan di pinjaman online yang umum adalah: 

  • WNI,
  • usia 21 – 50 tahun,
  • punya penghasilan tetap,
  • memiliki e-KTP,
  • punya buku tabungan atas nama pribadi dan
  • menggunakan smartphone untuk bisa menggunakan aplikasi.

Tentu saja di setiap pinjaman bisa menerapkan persyaratan yang sedikit berbeda. Namun dari pengamatan ke sejumlah aplikasi pinjaman, syarat diatas adalah yang paling umum dimintakan.

6. Plafon dan Tenor

Untuk memulai pengajuan, calon peminjam harus menentukan berapa plafon kredit dan berapa lama akan meminjam. Ini bagian penting karena pilihan ini akan menentukan berapa kewajiban pembayaran setiap bulannya.

a. Plafon

Plafon pinjaman menentukan jumlah dana pencairan yang diterima oleh peminjam.

Bagaimana plafon diputuskan ? Agak berbeda dengan bank.

Pertama, limit pinjaman online biasanya dimulai pada jumlah yang kecil dahulu. Di pinjaman berikutnya, limit akan meningkat jika catatan pembayaran bagus.

Advertisements

Catatan pembayaran jadi kriteria penting untuk memberikan kenaikkan plafon limit kredit. Telatnya pembayaran pasti akan mempengaruhi pemberian limit berikutnya.

Kedua, penghasilan tetap menjadi faktor dalam menentukan limit, tetapi tidak hanya itu saja, karena banyak faktor lain yang dihitung dalam credit scoring.

Pinjaman online menggunakan credit scoring untuk menentukan berapa plafon yang layak diberikan kepada peminjam. Credit scoring menarik data dari berbagai sumber.

Di aplikasi ditunjukkan level credit scoring yang diperoleh dan berapa limit yang disetujui. Untuk meningkatkan credit scoring diberikan hal – hal yang bisa dilakukan, misalnya, menambah informasi dan memberikan dokumen tambahan.

Ketiga, di beberapa pinjaman online pemberian limit dilakukan seperti kartu kredit. 

Peminjam mendapatkan plafon di aplikasinya yang bisa digunakan untuk belanja di merchant kerjasama. Plafon tidak harus digunakan.

Jika digunakan dan kemudian dibayar, limit akan kembali ke jumlah asal. Limit bisa digunakan kembali setelah melakukan pembayaran.

b. Tenor Pendek

Di aplikasi, calon peminjam bisa melakukan simulasi jumlah pinjaman dan tenor untuk melihat berapa kewajiban pembayaran. Masukkan plafon atau tenor secara bergantian dan nanti bisa melihat berapa pembayarannya.

Yang penting diperhatikan adalah banyak pinjaman online menawarkan masa kredit pendek, hanya 30 hari. Di jenis pinjaman jangka pendek ini, pembayaran dibayarkan sekaligus di akhir tenor, pokok dan bunga.

Jadi, salah satu ciri pinjaman online yang berbeda dengan KTA bank adalah pinjaman tidak dicicil tetapi dibayar sekaligus. Ini biasanya berlaku untuk masa pinjaman yang pendek.

c. Bunga Kredit

Bunga adalah bagian yang cukup kritikal di pinjaman online. Penting untuk diperhatikan.

Bunga pinjaman online diatas bunga pinjaman di bank. Perlu menjadi perhatian calon peminjam sejak awal.

AFPI, asosiasi tempat berkumpulnya Fintech Lending di Indonesia, sudah mengeluarkan pedoman bahwa total biaya pinjaman, termasuk bunga, biaya provisi, maksimum adalah 0,8% per hari.

Jadi, maksimum sebulan dengan asumsi 30 hari, biaya pinjaman yang bisa Fintech bebankan ke peminjam adalah 24% sesuai pedoman AFPI.

Advertisements

Fintech yang melanggar akan kena sanksi dari AFPI berupa keanggotaan dicabut dan jika dicabut keanggotaan maka OJK juga akan mencabut surat terdaftar.

6. Pengisian Data

Sejumlah data wajib diisi dalam proses pengajuan pinjaman.

a. Data Pribadi

Data pertama yang harus diisi adalah data tentang diri peminjam. Mulai nama, alamat, no HP, status pernikahan, no WA, alasan meminjam, status tempat tinggal dan alamat rumah.

Semua kolom wajib harus diisi. Jika tidak lengkap, proses pengajuan tidak bisa pindah ke bagian berikutnya.

b. Data Pekerjaan

Tahap berikutnya pengisian data pekerjaan dan jumlah penghasilan per bulan. Bagian ini termasuk paling penting karena berdasarkan info ini, fintech menentukan apakah peminjam punya kemampuan keuangan untuk mengembalikan pinjaman atau tidak.

Data yang wajib diisi adalah:

Related Post
  • Jumlah penghasilan per bulan
  • Lama Masa Kerja
  • Nama Perusahaaan
  • Kota Perusahaan
  • Tanggal Penerimaan Gaji
  • No Telepon Perusahaan

c. Kontak Darurat

Informasi berikutnya adalah mengisi kontak darurat. Ada 2 kontak darurat yang Anda harus sampaikan.

Di setiap kontak, Anda harus mengisi no HP dan hubungannya. Jenis kontak yang diperbolehkan menyangkut orang tua, teman, saudara dan lain-lainnya.

d. Rekening Bank

Untuk tujuan pencairan, rekening bank wajib diisi dengan nama di rekening yang sama dengan nama pengajuan. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan fraud atau penyalahgunaan.

Pastikan bahwa namanya sama persis dengan nama peminjam. Paling gampang adalah menggunakan nama di KTP, yang biasanya sama dengan nama di rekening bank.

7. KTP dan Foto Selfie

Sebelum bagian ini dimulai, aplikasi akan meminta akses di ponsel, yaitu: lokasi perangkat dan membaca kamera serta video. Tujuannya supaya nanti bisa membaca hasil foto dan dokumen di ponsel.

Berikutnya adalah mengambil foto selfie dengan menggunakan kamera di ponsel yang di dalamnya terdapat aplikasi. Foto ini harus diambil langsung dari kamera ponsel dan tidak bisa di upload dari tempat lain. 

Saat foto diambil tidak boleh menggunakan kacamata dan topi. Foto diambil dalam posisi lurus dan cahaya terang 

Selanjutnya adalah mengambil foto KTP. Ini juga wajib menggunakan kamera dari HP yang dipakai untuk apply pinjaman.

Hasil dari membaca KTP adalah nama dan NIK yang otomatis tampil di aplikasi. Bisa dikoreksi oleh aplikan jika penulisannya salah.

Setelah semua oke, peminjam tinggal klik ‘Ajukan Pinjaman’. Untuk diproses lebih lanjut. 

8. Pengajuan Pinjaman

Ini adalah tahap akhir setelah semua data dan informasi diisi. 

Di bagian ini juga dirangkum untuk pengecekan terakhir soal jumlah pengajuan, plafon yang akan dicairkan jika disetujui, tanggal jatuh tempo dan jumlah pengembalian saat jatuh tempo.

Di bagian akhir, sebelum ajukan pinjaman, peminjam harus menyetujui kontrak perjanjian pinjaman meminjam, yang dalam bentuk e-contract dan tanda tangan digital.

Setelah semua oke, peminjam tinggal klik ‘Ajukan Pinjaman’. Untuk diproses lebih lanjut. 

Tips Mengajukan Pinjaman Online

Ada sejumlah tips dalam mengambil pinjaman online, yaitu:

a) Terdaftar OJK

OJK atau otoritas jasa keuangan adalah lembaga yang mengatur dan mengawasi semua aktifitas yang terjadi di sektor keuangan. Termasuk mengawasi penyedia pinjaman baik konvensional atau online. 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak semua yang ada di internet memiliki legalitas. Apalagi penyedia pinjaman online yang kian menjamur, tidak semuanya bisa dipercaya. 

Maka dari itu harus waspada saat memilih pinjaman online. Jangan tergiur hanya oleh syarat yang mudah dan cepat.

Advertisements

Caranya adalah mengajukan pinjaman online yang terdaftar resmi berizin di OJK.

Penyedia jasa pinjaman online yang terdaftar di OJK menunjukkan legalitas perusahaan tersebut, serta mendapatkan jaminan keamanan dalam bertransaksi. 

Adapun hak-hak sebagai konsumen dilindungi dan ketika terjadi hal-hal yang merugikan terkait kesepakatan pinjaman online, debitur bisa membuat laporan kepada OJK.

Salah satunya regulasi OJK yang mengatur batasan maksimum bunga yang bisa dibebankan ke konsumen. Batasan bunga melindungi konsumen dari kemungkinan resiko beban pembayaran yang mencekik dan tidak manusiawi..

b) Transparansi

Penting memilih penyedia jasa pinjaman online yang transparan. 

Karena konsumen tidak bertemu langsung dengan pihak kreditur, segala informasi mengenai pinjaman harus jelas dari awal. Berapa pagu kredit yang akan diberikan, Bunga yang dibebankan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, cara pengambilan pinjaman, cara pembayaran cicilan dan biaya-biaya lainnya.

Kemungkinan konsumen dirugikan lebih rendah jika sejak awal sudah transparan dan konsumen sudah menyetujui apa yang dibebankan atas pinjaman yang diterima. Mengetahui apa resiko jika terjadi keterlambatan membayar dari jatuh tempo. 

c) Layanan Konsumen

Pilih perusahaan yang punya layanan konsumen jelas dan mudah dihubungi. Misalnya, no telepon ada, lalu email, kalau mungkin ada WA dan alamat kantor.

Tujuannya, supaya jika nanti ada masalah, debitur bisa dengan mudah menghubungi dan mendapatkan respon cepat.

Layanan konsumen yang jelas dan mudah dihubungi juga menjadi penanda antara lembaga legal dan ilegal. Pinjol ilegal biasanya tidak memiliki layanan konsumen. 

Jelas, mereka ilegal, jadi identitasnya ingin tidak dikenal dan sebisa mungkin ditutup tutupi.

d) Website Secured

Karena pinjaman online dilakukan lewat internet, pastikan pilih situs yang aman dan terproteksi dengan secured. Keamanan situs dilihat dari logo gembok atau tergembok di kiri atas. 

Security sangat penting di era digital saat ini. Banyak kejadian pencurian data yang merugikan konsumen karena bocornya data-data penting.

Fintech P2P pinjaman online resmi diwajibkan OJK melakukan sejumlah langkah security di website dan database untuk melindungi data konsumen, termasuk lolos audit dan sertifikasi ISO teknologi informasi, untuk memastikan bahwa keamanan data konsumen menjadi prioritas utama perusahaan.

e) Kemampuan Pembayaran

Saat mengajukan pinjaman sesuaikan dengan kemampuan pembayaran. Jangan sampai gali lubang tutup lubang semata, apalagi mengingat bunga pinjaman online cukup tinggi.

Salah satunya dengan melakukan simulasi kredit, yang biasanya disediakan di situs keuangan. Dari hasil simulasi terlihat estimasi kewajiban cicilan berdasarkan jumlah plafon yang ingin diambil.

Apakah total kewajiban hutang setiap bulan, termasuk jika mengambil pinjaman online, dibandingkan penghasilan, sudah melewati angka 30% atau tidak. Jika ya, itu alarm karena melebihi batasan yang diberikan oleh perencana keuangan untuk kondisi keuangan keluarga yang sehat.

Pinjam sesuai kemampuan akan membuat peminjam bisa membayar tepat waktu dan tidak harus membayar denda keterlambatan.

f) Kontrak Pinjaman

Di setiap pengajuan kredit, calon nasabah diberikan kontrak pinjaman. Baca dengan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan, dan ajukan pertanyaan apabila belum jelas. 

Kontrak menjadi dasar hukum pinjam meminjam. Segala hak dan kewajiban pihak yang terlibat diatur dalam kontrak.

Kontrak pinjaman bisa bervariasi, mulai dari yang simpel, yaitu pinjaman dana tunai jangka waktu pendek, sampai yang cukup rumit terkait usaha, misalnya, jika terdapat jaminan atau agunan atas pengajuan pinjaman.

Advertisements

g) Review Konsumen

Keuntungan pinjaman di era digital adalah ada banyak komentar konsumen yang pernah mengambil sebelumnya di internet. Jejak digital nya ada.

Baca review konsumen tersebut. Banyak informasi penting disana yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum mengambil pinjaman.. 

Penyedia jasa pinjaman pastinya akan menampilkan review konsumen sebagai testimoni positif atas jasa yang diberikan. Biasanya akan mudah ditemukan di halaman website, sebagai promosi dan bagian dari transparansi informasi.

Calon konsumen bisa membandingkan dengan review yang langsung diberikan konsumen, yang tidak bisa seleksi oleh perusahaan. Review ini bisa ditemukan di Google Playstore (jika ada aplikasinya) atau dalam mesin pencarian Google.

Kesimpulan

Pinjaman online menawarkan sejumlah keuntungan dibandingkan kredit bank, seperti proses lebih cepat, persetujuan lebih mudah serta tenor lebih fleksibel. Namun jumlah hal perlu juga diperhatikan saat mengajukan pinjaman online supaya di acc.

Semoga bermanfaat !

Beri review post
Advertisements
Related Post
Advertisements