Advertisements

10 Cara Pengajuan KTA Pinjaman Disetujui Bank

Advertisements

Pinjaman KTA tetap menjadi pilihan. Meskipun saat ini sudah banyak fintech pinjaman online. Apa cara dan tips agar pengajuan KTA disetujui oleh bank ?

Pinjaman KTA tetap menjadi pilihan meskipun banyak Fintech pinjaman online. 

Pengamatan saya, pinjaman KTA memiliki segmen pasar tersendiri yang berbeda dengan segmen Fintech online. Meskipun, keduanya sama – sama menawarkan pinjaman dana tunai.

Advertisements

Itu sebabnya meskipun pinjaman online yang cepat cair menjamur, KTA tetap eksis sebagai pilihan pinjaman individual.

Bagaimana bank memproses dan memverifikasi pengajuan pinjaman KTA ? Apa kuncinya supaya pengajuan bisa disetujui?

Berikut ini adalah Cara serta Tips Pengajuan KTA Pinjaman agar Disetujui Bank:

1. Lengkapi Aplikasi

Pengajuan aplikasi KTA bisa kita lakukan lewat beberapa cara. Penting mengetahui cara – caranya. 

Dua cara yang paling umum adalah:

  1. Marketing. Penawaran datang dari marketing KTA melalui media WA atau telepon.
  2. Online. Mengajukan KTA secara online melalui aplikasi mobile banking.

Mana yang lebih baik ? Antara kedua cara pengajuan diatas.

Masing – masing cara punya plus dan minus.

Advertisements

A. Aplikasi Online

Pengajuan KTA lewat aplikasi secara online, sekarang, banyak bank yang menawarkan. Cukup melakukannya lewat HP sudah bisa.

Keuntungan pengajuan lewat aplikasi mobile banking adalah kita bisa mengontrol sesuai kemauan Anda. Tidak diburu buru. 

Namun, kita harus punya ponsel jenis smartphone untuk bisa mengakses aplikasi Digibank DBS. Jenis ponsel yang belum smartphone tidak bisa.

Kemudian, kita juga harus melek teknologi. Proses pengisian kita lakukan sendiri secara online dan tanpa bantuan pihak lain. Kalau tidak terbiasa, kita bisa salah mengisi.

B. Marketing

Pengajuan lewat marketing KTA lebih simpel, tidak perlu buka aplikasi. Marketing yang akan membantu mengajukan.

Kita juga bisa tanya-tanya ke marketing KTA sebelum memutuskan mengajukan.

Hanya saja, marketing KTA biasanya cukup agresif untuk mengejar supaya kitaa segera menyampaikan data dan dokumen. Marketing dikejar target.

Disamping itu, karena data pribadi diserahkan ke seseorang lewat WA, selalu ada resiko, data pribadi tersebut bocor dan digunakan untuk hal – hal lain.

Contohnya saya, tiba – tiba masuk pesan di WA dari marketing KTA, tanpa saya pernah kenal marketing tersebut. Dugaan saya, entah dimana, data kontak saya sudah bocor.

2. Penuhi Kriteria

Aplikan harus memenuhi kriteria umum untuk bisa pengajuan KTA diterima. Baiknya kita paham kriteria ini dan bisa mengevaluasi apakah memenuhi atau tidak.

Kriteria umum pengajuan KTA adalah:

  1. WNI usia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun (sampai selesai tenor pinjaman)
  2. Minimal penghasilan kotor per bulan Rp 2.5 juta (karyawan) dana Rp 3.5 juta (pengusaha)
  3. Minimal limit kartu kredit Rp 15.000.000,-
  4. Minimal lama usaha atau bekerja: 1 tahun dan status karyawan tetap
  5. Minimal masa aktif kartu kredit di bank lain: 9 bulan
  6. Dalam wilayah area yang sudah ditentukan. Bank jarang yang menerima pengajuan dari seluruh Indonesia.

Pastikan kita memenuhi kriteria diatas. Karena jika tidak kemungkinan disetujui akan kecil.

Yang penting diperhatikan adalah kartu kredit menjadi persyaratan utama bank dalam menerima pengajuan KTA. Kita harus sudah punya kartu kredit.

Kemudian, status karyawan adalah yang sudah dan telah melewati masa percobaan. Pengecualian bisa untuk staf kontrak dengan penghasilan minimum Rp 10 juta bisa disetujui.

Minimum masa kerja di perusahaan adalah 1 tahun, termasuk masa kerja di perusahaan sebelumnya. Untuk wiraswasta, minimum lama usaha 1 tahun untuk wiraswasta. 

Advertisements

Status Tempat Tinggal, umumnya, yang diminta adalah harus rumah sendiri, milik keluarga, rumah perusahaan (rumah dinas), mess perusahaan, rumah sewa, atau kamar sewa (kost). 

Status Jaringan Telepon adalah (1) Karyawan: Telepon kantor harus fixed line; Wiraswasta: Setidaknya salah satu telephone harus fixed line (rumah atau kantor)

3. Sampaikan Dokumen

Pemeriksaan dokumen adalah langkah berikutnya. Dokumen yang perlu disiapkan untuk pengajuan KTA adalah:

  1. Fotocopy KTP
  2. Fotocopy Kartu Kredit
  3. Fotocopy NPWP.

NPWP terutama diwajibkan untuk pinjaman >= Rp 50 juta keatas. Tanpa NPWP untuk jumlah pinjaman sebesar ini, bank akan menolak pengajuan.

Bagaimana jika punya beberapa kartu kredit ? Mana kartu kredit yang harus diserahkan ke bank.

Bank akan melakukan pengecekan kartu kredit atas hal berikut:

  • Limit kartu kredit. Digunakan untuk menentukan plafon pinjaman KTA.
  • Masa keanggotaan kartu kredit. Makin lama makin bagus, namun minimum masa keanggotaan kartu kredit yang diterima adalah 9 bulan.

Dengan dua ketentuan ini, calon peminjam sebaiknya menyampaikan 1 kartu kredit yang limitnya paling besar dan masa keanggotaan paling lama.

Kalau dua syarat ini tidak bisa dua – duanya dipenuhi, calon peminjam sebaiknya menyampaikan kartu kredit dengan limit paling besar, tapi yang memenuhi minimum masa keanggotaan 9 bulan.

4. BI Checking SLIK OJK Bersih

Data catatan kredit di BI Checking atau SLIK OJK harus bersih. Tidak ada catatan buruk.

Apa itu BI Checking atau sekarang dikenal sebagai SLIK OJK ?

Semua lembaga keuangan di Indonesia, termasuk, bank, leasing, BPR dan fintech wajib menyampaikan laporan status debitur yang mengambil pinjaman ke OJK (dulu ke BI).

Laporan tersebut disusun dalam satu sistem database yang umum mengenalnya sebagai SLIK OJK (dulu BI Checking). Dalam database tersebut terdapat credit history sampai lima tahun kebelakang yang menunjukkan performa pembayaran dan status terakhir.

Laporan ini digunakan bank untuk mengecek karakter peminjam. Apakah peminjam yang patuh, menyelesaikan kewajibannya atau yang tidak patuh, terlambat membayar kewajiban atau bahkan menunggak.

Umumnya, di hampir semua bank, hasil pengecekan di BI checking menjadi garda pertama sebelum suatu aplikasi pinjaman akan diproses. Jika tidak lolos garda pertama ini maka pengajuan langsung ditolak.

Jika ditemukan, kredit yang sedang menunggak atau dulu pernah kolek 5, maka biasanya marketing akan berhenti memproses ke tahap selanjutnya.

Bagaimana jika punya tunggakan kredit di bank lain ?

  • Jika jumlahnya kecil, dibawah Rp 1 juta, bank akan mengabaikan. Dianggap bukan tunggakan yang material.
  • Jika terlambat dibawah 3 hari, bank tidak akan memperhitungkan. Masih masuk masa grace period yang lumrah dalam pinjaman
  • Jika terlambat diatas 3 hari sd 30 hari, bank masih akan mempertimbangkan. Ini rentang waktu yang masih abu – abu.
  • Jika terlambat diatas 30 hari, kemungkinan besar akan ditolak pengajuannya.
  • Pernah menunggak tapi sekarang sudah lunas maka bank akan melihat berapa lama menunggaknya.

5. Lolos Verifikasi

Kita harus lolos sejumlah verifikasi dan pengecekan yang bank lakukan. Pastikan no ponsel hidup dan bisa dihubungi selama pengajuan.

Bank akan melakukan verifikasi pengajuan pinjaman untuk memastikan bahwa data yang disampaikan peminjam benar. Verifikasi adalah proses krusial yang akan menentukan disetujui tidaknya pengajuan pinjaman.

Bank menggunakan beberapa metode verifikasi, yaitu:

Related Post
  • BI Checking (SLIK OJK). Mencocokan data aplikan dengan data di BI Checking.
  • Phone Verification. Dilakukan melalui telepon menghubungi ke pihak – pihak terkait.
  • Field Verification. Dilakukan melalui kunjungan ke lokasi pihak – pihak terkait.

A. BI Checking (SLIK OJK)
Advertisements

Semua pihak yang pernah atau sedang mengajukan pinjaman di Indonesia, maka data mereka pasti tercatat di BI checking atau SLIK OJK. Di dalam data peminjam tersebut terdapat alamat peminjam.

Di setiap pinjaman yang tercatat di SLIK OJK (BI Checking) terdapat alamat peminjam. Jika ada 5 pinjaman maka terdapat 5 alamat peminjam yang dicatat oleh setiap bank.

Data alamat ini yang dicocokan oleh bank dengan data yang diberikan aplikan. Jika cocok, kemungkinan bank akan menerima.

Asumsinya adalah data alamat di BI Checking tersebut valid karena sudah diverifikasi oleh lembaga keuangan yang sudah memberikan pinjaman sebelumnya. Apalagi jika semuanya menunjukkan alamat yang sama.

B. Telepon

Saat ini, verifikasi dilakukan lewat telepon. Hanya dalam kondisi khusus, bank mengirimkan orang untuk melakukan verifikasi dengan mendatangi lokasi.

Kemana verifikasi melalui telepon dilakukan ?

  1. Aplikan. Verifikasi ke ponsel peminjam wajib dilakukan untuk memastikan bahwa orang yang tercantum di aplikasi memang mengajukan kredit KTA
  2. Rumah. Verifikasi telepon ke rumah peminjam untuk memastikan peminjam tinggal di rumah tersebut.
  3. Kantor. Verifikasi telepon ke kantor untuk memastikan peminjam masih bekerja di kantor tersebut.
  4. Emergency Contact (Econ). Verifikasi telepon ke orang yang tidak tinggal serumah untuk memastikan bahwa orang yang diberikan namanya mengenal peminjam.

Dari ke 4 kontak diatas, verifikasi ke aplikan atau peminjam adalah yang wajib, sisanya tergantung pada kondisi dan kebijakan analis kredit.

Terkait  Kontak Darurat, calon peminjam harus memberikan nomor telepon dan informasi alamat dari pihak ketiga yang memiliki hubungan saudara dan tidak tinggal serumah dengan calon peminjam. 

Hubungan pihak ketiga tersebut diatur sebagai berikut: Satu tingkat secara vertikal, horizontal, atau diagonal hubungan darah/pernikahan (misal. Orang tua, anak, saudara perempuan, saudara laki-laki, adik ipar, keponakan, paman, bibi dari pihak pasangan, dll.)

Kontak Darurat harus berdomisili di Indonesia.

C. Survey Lapangan

Survei lapangan adalah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan secara langsung. Bisa dilakukan oleh surveyor internal atau pihak ketiga.

Tidak semua aplikan dilakukan survei lapangan. Hanya yang memenuhi kriteria tertentu.

Biasanya survei dilakukan untuk peminjam yang statusnya pengusaha. Survei dilakukan ke rumah dan kantor.

Sejumlah informasi yang biasanya digali dari survei lapangan adalah:

  • Nama aplikan & alamat rumah, eksistensi aplikan
  • Status rumah (milik sendiri, sewa, kost dll)
  • Lokasi rumah (real estate/cluster, pemukiman, industri, kumuh)
  • Tipe banguna (semi permanen, permanen)
  • Luas tanah
  • Kondisi jalan
  • Status karyawan & lama bekerja

6. Menghitung Kemampuan Pembayaran

Salah satu hal yang akan dilihat oleh analis kredit bank adalah apakah aplikan memiliki penghasilan dan apakah penghasilan tersebut cukup untuk membayar angsuran KTA.

Perhitungan kemampuan pembayaran mengikuti formula dan standar tertentu. Penghasilan aplikan harus masuk dalam standar ini.

A. Formula 30%

Formula standar dari bank adalah maksimum 30% dari penghasilan bulanan untuk membayar semua kewajiban per bulan. 

Beban hutang aplikan dihitung dari akumulasi seluruh kewajiban kredit konsumsi (kartu kredit, PL konvensional dan syariah, kredit kendaraan, dan KPR) calon debitur baik dari internal bank maupun eksternal (BI Checking SID / SLIK OJK).

Kewajiban bulanan yang dihitung mengikuti ketentuan berikut:

  • Fasilitas cicilan tetap: dihitung dari cicilan bulanan
  • Kartu kredit: 10% dari baki debet
  • KTA akan disetujui: dihitung dari cicilan bulanan KTA yang akan disetujui

B. Contoh Perhitungan

Nasabah A memiliki penghasilan 15 juta dan sedang mengajukan KTA baru dengan limit yang akan disetujui Rp 10 juta dengan cicilan Rp 1 juta, memiliki 3 fasilitas kredit sebagai berikut:  

Advertisements
  1. KTA Bank A, ditemukan di SLIK OJK, cicilan per bulan  Rp 500 ribu
  2. Kartu kredit Bank B dengan limit 10 Rp juta dan balance Rp 5 juta
  3. Kartu kredit Bank Permata yang tercermin di database internal tetapi tidak tercermin di SID dengan limit Rp 25 juta dan balance Rp 10 juta.

Rasio hutang Nasabah A  adalah: (Total cicilan dari produk cicilan di Bank A + 10% dari balance kartu kredit di Bank B + 10% dari balance kartu kredit di Bank Permata + cicilan dari KTA baru) / Penghasilan x 100%

= (Rp 500,000 + (10% x Rp 5,000,000) + (10% x Rp 10,000,000) + Rp 1,000,000) / Rp 15,000,000 x 100% =  20 %

Ada beberapa poin dari formula ini, yaitu:

  • Semua kewajiban cicilan pinjaman akan dihitung oleh bank. Kata kuncinya ‘Semua’, bukan hanya cicilan KTA yang sedang diajukan
  • Maksimum 30% adalah standar yang umum digunakan, meskipun untuk penghasilan yang lebih besar, bank bisa menggunakan rasio yang lebih tinggi, samping 35%.

Anda bisa menghitung sendiri apakah total kewajiban kredit yang ada sekarang plus tambahan cicilan dari KTA yang diajukan masuk dalam 30% penghasilan. Jika masuk, besar kemungkinan pengajuan KTA akan disetujui.

Tetapi, jika tidak masuk, kemungkinan pengajuan KTA disetujui akan kecil. Meskipun kemungkinan tersebut tetap ada karena keputusan akhir di tangan bank.

7. Simulasi Cicilan

Untuk bisa menentukan bagaimana kemungkinan pengajuan KTA disetujui atau tidak adalah dengan melakukan simulasi cicilan. Simulasi ini bertujuan mengetahui berapa angsuran per bulan berdasarkan jumlah plafon KTA dan tenor kredit.

Manfaat menghitung simulasi cicilan:

  • Evaluasi kemungkinan pengajuan disetujui atau tidak.
  • Dari besarnya cicilan dibandingkan gaji atau penghasilan bisa menunjukkan kemampuan pembayaran.

Bank biasanya menyediakan simulasi cicilan. Bisa diperoleh dari marketing KTA atau mengecek di situs resmi bank.

8. Penentuan Limit Pinjaman

Bank memiliki dua metode untuk menentukan limit KTA pinjaman, yaitu: (1) berdasarkan limit kartu kredit dan (2) gaji penghasilan.

A. Limit Kartu Kredit

Plafon KTA biasanya dihitung dari limit kartu kredit tertinggi yang dimiliki oleh peminjam. Dari limit akan dikali perkalian tertentu untuk mendapatkan plafon KTA.

Biasanya perhitungan limit KTA adalah 2x sd 3x dari limit kartu kredit.

Misalnya limit kartu kredit Anda adalah Rp 20 juta maka kemungkinan plafon KTA adalah Rp 40 juta sd Rp 60 juta.

Selain melihat, limit di kartu, bank juga akan mempertimbangkan kemampuan pembayaran.

B. Gaji

Bank menghitung dari gaji sebesar maksimum 30% adalah untuk pembayaran semua cicilan, baik yang ada sekarang maupun KTA yang akan diberikan.

Bank akan menghitung cicilan per bulan berdasarkan plafon dan tenor kredit. Cicilan ini akan dimasukkan dalam perhitungan max 30%.

9. Melakukan Tanda Tangan Digital

Seiring kemajuan teknologi dan munculnya fintech, salah satu inisiatif yang muncul adalah tanda tangan digital. Sesuai namanya, tanda tangan digital tidak perlu tanda tangan basah dan aplikan bisa melakukan secara online.

Penggunaan tanda tangan digital sudah disetujui oleh OJK. Itu sebabnya banyak bank sudah menggunakan jenis tanda tangan agar proses pengajuan bisa dilakukan 100% online.

Untuk bisa melakukan tanda tangan digital, aplikan harus mendaftar dan melakukan verifikasi di perusahaan penyedia tanda tangan digital. Bank akan kerjasama dengan perusahan tersebut.

Prosesnya adalah aplikan harus melakukan validasi dengan menggunakan data e-KTP dan email ke penyedia tanda tangan digital. Hasil tanda tangan digital yang sduah dibuat dibawa ke bank secara elektronik.

Advertisements

10. Pahami Alasan KTA Ditolak

Bank memiliki sejumlah alasan kenapa pengajuan KTA ditolak. Alasan tersebut memiliki hierarki, mana yang lebih kuat alasan penolakannya dibandingkan alasan yang lain.

Kita bisa mempelajari alasan – alasan tersebut untuk bisa tahu apa yang membuat pengajuan KTA ditolak.

Berikut ini adalah daftar contoh alasan penolakan (reject reasons) dan urutan hierarki-nya:

UrutanAlasan
Penolakan
1Warga Negara Asing
2Blacklist (Pernah
menunggak)
3Sudah pernah ditolak,
pengajuan sebelumnya
4Diluar Coverage Area
5Diluar wilayah survey
lapangan
6Sudah Tidak  Bekerja
7Telepon Salah Sambung
8Hasil Survei buruk
9Aplikan Tidak Pernah
mengajukan KTA

Cara dan Tips Pengajuan KTA

Bank melakukan sejumlah langkah dalam proses untuk melakukan verifikasi atas pengajuan pinjaman KTA. Bisa dilihat bahwa prosesnya cukup panjang dan komprehensif untuk memastikan kelayakan kredit aplikan,

Untuk kita yang berniat mengajukan pinjaman KTA, semoga uraian ini bisa memberikan gambaran soal proses yang akan dihadapi dalam proses pengajuan. Dan menentukan langkah persiapan supaya pengajuan bisa disetujui.

Semoga bermanfaat !

Beri review post
Advertisements
Related Post
Advertisements