Advertisements

Cara Ajukan Pinjaman Online Agar Cepat Cair

Advertisements

Bagaimana cara mengajukan pinjaman online, agar bisa disetujui dan cepat cair ke rekening ? Ada beberapa hal yang penting diketahui.

Pinjaman online tumbuh cepat dalam beberapa tahun belakangan.

Bukan tumbuh tapi lari sprint !

Advertisements

Jumlah Fintech P2P Lending yang terdaftar di OJK saat ini mencapai 160 perusahaan, dari hanya segelintir yang saya ingat di akhir 2016.

Dalam waktu kurang dari 5 tahun, loncatan pergerakan pinjaman online luar biasa.

Salah satu alasan, cepatnya penerimaan masyarakat terhadap fintech lending adalah cara dan syarat pengajuan yang jauh lebih mudah dibandingkan bank dan leasing.

Selama ini, masyarakat sudah kesal dan capek dengan sulitnya mengajukan kredit di bank. 

Berikut ini adalah cara mengajukan pinjaman online agar bisa cepat cair:

1.  Unduh Aplikasi Online

Semua mensyaratkan pengajuan secara online yang dilakukan lewat aplikasi atau apps yang wajib diunduh dari Google Playstore.

Tidak ada yang bisa mengajukan lewat website. Semua harus via aplikasi.

Advertisements

Karena harus lewat aplikasi, peminjam harus punya smartphone untuk bisa menggunakan aplikasi.

Pastikan bahwa apps bisa diunduh dengan baik di ponsel.

2. Daftar Akun Pinjaman

Pendaftaran akun pinjaman di aplikasi dilakukan dengan mendaftarkan e-mail pribadi dan mengirimkan kode OTP ke nomor ponsel yang digunakan untuk mengajukan pinjaman.

Punya e-mail pribadi menjadi wajib karena tanpa ada email tidak bisa mengajukan. Pastikan juga bahwa nomor telepon HP aktif untuk menerima SMP kode OTP.

Sejumlah data pribadi wajib diisi di dalam aplikasi. Mulai dari nama, tanggal lahir, status menikah, alamat tempat tinggal dan lain – lain.

Data pekerjaan perlu diisi dengan informasi soal nama kantor, alamat dan penghasilan per bulan.

Data ini perlu diisi dengan benar untuk memastikan pengajuan bisa diproses dengan baik.

Selain kontak peminjam sendiri, kontak orang dekat wajib disediakan. Orang dekat adalah keluarga, saudara dan teman.

Di beberapa fintech, permintaan data orang dekat yang wajib diisi mencapai 3 orang.

Jika tidak diisi sesuai permintaan, pengajuan pinjaman di aplikasi tidak bisa dilanjutkan.

3. Foto KTP, Selfie

Setelah aplikasi selesai diunduh, peminjam harus mengupload dokumen KTP dengan mengambil foto KTP dari kamera ponsel.

Tidak diperbolehkan mengupload KTP yang sudah discan. Harus mengambil foto dari  kamera ponsel yang digunakan untuk mengajukan pinjaman online.

Related Post

Pengambilan foto dengan kamera ponsel sebaiknya dilakukan dengan cahaya yang cukup karena setelah foto diupload ke aplikasi maka sistem deteksi aplikasi akan membaca foto dokumen tersebut dan melakukan pencocokan.

Jika cahaya kurang, biasanya sistem fintech akan menolak dan meminta pengajuan foto ulang.

4. Data Rekening
Advertisements

Wajib punya rekening bank atas nama peminjam. Dana pinjaman hanya bisa ditransfer ke rekening bank atas nama peminjam sendiri.

Advertisements

Pinjaman online akan mencocokan antara data pengajuan di KTP dengan data rekening bank untuk memastikan bahwa pencairan hanya akan dilakukan ke peminjam jika nanti disetujui.

5. Tanpa Kartu Kredit, Tanpa jaminan

Pinjaman online tidak mewajibkan kartu kredit dan tanpa jaminan.

Hal ini merupakan kemudahan dalam persyaratan pinjaman online, yang membedakan dengan pengajuan pinjaman di lembaga keuangan lain.

Fintech lebih menawarkan kemudahan dalam pengajuan dengan tidak meminta banyak dokumen.

Dokumen wajib sangat ringan, hanya KTP saja. Jadi, untuk Anda bisa mengajukan kredit online sangat mudah, cukup modal KTP, berbeda dengan proses di bank yang membutuhkan banyak dokumen wajib.

6. Akses Data Ponsel

Akses ke data – data di ponsel, yaitu lokasi, photo dan video, serta suara. 

Saat mengunduh aplikasi di ponsel, fintech meminta akses ponsel atas sejumlah data – data pribadi. Pengguna diminta memberikan izin kepada Fintech jika ingin proses pengajuan dilanjutkan.

Permintaan akses data muncul saat calon peminjam mengunduh aplikasi dimana sejumlah data akan bisa diakses oleh fintech.

Ada pinjaman online meminta akses sampai ke akun online (e-commerce, ojek/travel online). Akses ini tidak wajib, tapi fintech menyatakan jika diberikan akan memperbesar kemungkinan kredit disetujui dan mempercepat pengambilan keputusan oleh fintech.

Advertisements

Semua akses wajib disetujui oleh pemilik akun.

7. Persetujuan Cepat

Waktu memproses pengajuan pinjaman online tidak seragam dan bisa sangat berbeda. Ada yang dalam waktu kurang dari 24 jam sudah ada keputusan. 

Tetapi tidak sedikit yang membutuhkan waktu 1 sd 2 hari untuk memberikan keputusan. 

Jadi pengisian data online memang cepat, hanya butuh 15 menit, tetapi setelah itu harus menunggu proses keputusan kredit sampai 2 hari – kemungkinan banyak proses offline yang harus dilakukan untuk evaluasi kredit.

8. Plafon Awal Kecil

Plafon pinjaman cukup kecil di awal pinjaman. 

Semua pinjaman online yang saya kami memberikan plafon kredit yang kecil bagi nasabah di pinjaman pertama. Setelah membuktikan bisa melunasi kewajiban tepat waktu, baru pada pinjaman berikutnya Anda bisa meminta kenaikan plafon kredit.

Itu sebabnya nasabah yang ingin mengajukan pinjaman dengan limit besar perlu membangun catatan pembayaran yang bagus agar di kemudian waktu bisa mengajukan limit lebih besar.

9. Pinjaman Online Tanpa Syarat, Apa Betul

Apakah pengajuan pinjaman online tanpa syarat ? Tidak. 

Tetapi, syarat pengajuan di pinjaman online memang lebih ringan, lebih mudah dibandingkan bank dan leasing.

Kesimpulan

Meskipun syaratnya mudah, hanya KTP saja, tanpa kartu kredit, tetapi ada hal – hal lain yang perlu diperhatikan calon peminjam di pinjaman online, misalnya aplikasi online, akses data pribadi dan limit plafon kredit yang kecil.

Advertisements
Beri review post
Advertisements
Related Post
Advertisements